Belakangan gua sering berpikir untuk merubah haluan gua. Merubah kebiasaan-kebiasaan yang biasa gua lakukan. Bahkan, gua sempat berpikir untuk berpindah pekerjaan. Gua mau kerja yang emang gua sukain. Dan klimaksnya saat semalem gua nonton Radio Show TV One, dan salah satu pengisi acaranya itu ada Renee Suhardono. Dia seorang career coach. Dan seperti kebanyakan orang kayak dia bisa mensugesti gua kalo gua harus kerja yang emang gua suka. Dan ada satu kutipan yang kena banget, yaitu “Your job is not your career!”

Acara Radio Show semalem itu bintang tamunya juga ada band asal Jakarta yang sangat ciamik, yaitu White Shoes and The Couples Company. Yang gua tangkap dari bagaimana sebuah band seperti White Shoes and The Couples Company bisa sangat terlihat riang gembira, enjoy, memainkan musik mereka yang nggak bisa dibilang biasa untuk scene musik Indonesia kini, terutama yang sering kita tonton di televisi nasional setiap pagi. Mereka berani beda, dan nggak peduli kalo musik mereka itu nggak terlalu umum. Mereka nggak takut kalo nggak bakal ada yang suka musik yang mereka bawakan. Mereka mencintai musik yang mereka kulik dan mainkan. Mungkin bagi mereka sekarang, bermusik buat nyari penghasilan juga. Tapi, nilai kebahagian dari mereka bermusik pasti lebih besar. Dan itu terpancar dari bagaimana mereka bermain. Dan kebahagaian mereka bermusik terpancar serta menular ke gua.

Dalam dunia pekerjaan, gua udah pernah yang namanya ngerasain pindah haluan. Dulu waktu baru pertama kali kerja, gua seharusnya ngerjain hal “A”. Ternyata, gua nggak dapet kesempatan buat belajar hal “A” itu dan malah gua lebih banyak terombang-ambing buat ngerjain hal lain yang lebih membutuhkan tenaga gua. Dan, karena hal itu, gua nggak punya pegangan yang pasti mau ngerjain apa, meski multi skill itu sangat penting dalam setiap pekerjaan, tapi lu juga harus punya satu pegangan yang emang pasti lo kerjain tetap. Dan gua dulu nggak punya itu. Sampai akhirnya gua mencoba hal secara bergerilya, mungkin bisa dibilang nomaden. Sampai gua bisa lebih dari satu hal, dan hal “A” yang gua dulu harus pelajari, justru menjadi hal yang belum bisa gua kuasai. Sampai pada suatu titik gua bisa belajar hal “A” itu untuk sekedar bisa, dan akhirnya gua mendapatkan satu pegangan yang tetap. Gua memang orang yang nggak bisa terikat dengan satu pekerjaan yang monoton. Gua mau yang emang gua suka, dan penasaran ingin gua pelajari.

Dan yang ada di pikiran gua itu adalah gua pengin jadi musician. Kayaknya, seru dan pasti memacu gua untuk berpikir kreatif. Gua harus bisa jadi musician. Gua harus jadi musician atau semacamnya. Banyak orang memilih dalam jalur pendidikannya milih jalur yang aman, meski nggak sesuai dengan hatinya. Pengen aman saat udah lulus kuliah nanti, yang gampang lowongan kerjanya. Jadi, mereka kuliah seolah-olah semata-mata hanya untuk mencari uang kelak. “What school has taught were money making, yeah?” ( kata the S.I.G.I.T ).

Dan bagaimana caranya agar gua menjadi seorang musician? Gua masih bekerja di dengan jam yang hampir full time sebagai karyawan gadungan,. Kenapa gua menyebut diri gua sendiri sebagai karyawan gadungan? Karena gua ngerasa kalo gua bukan karyawan yang baik. Mungkin bagi sebagian besar orang indonesia Indonesia ingin sekali menjadi seorang pekerja yang jelas perbulanya. Dan bukannya nggak mensyukuri, tapi setelah gua coba kesempatan ini, rasanya emang ini bukan profesi yang cocok buat seorang yang serampangan kayak gua. Gua orangnya nggak terlalu apik. Gua terlalu liar untuk seorang yang bekerja di balik meja dan untuk urusan bisnis. Meski gua tahu seorang karyawan juga bisa mengembangkan dirinya lebih baik lagi dan nggak sekedar ngurusin urusan kerjaan. Tapi, gua butuh identitas profesi yang nyentrik. Mungkin ada beberapa hal yang memang bisa dirubah. Orang yang tadinya nggak suka dan nggak bisa ini, setelah belajar ternyata bisa. Dan ada juga yang emang nggak bisa semudah itu berubah. Ah, jadi teringat akan idealisme. Hal kayak gini nggak cuma mencampuri soal selera musik yang gua denger aja. Ternyata, masalah beginian juga gua bisa sangat sentimentil idealisnya.

Lalu muncul pertanyaaan seperti, “Apa yang harus gua lakukan buat awal menjadi seorang musician?”. Gua berpikir keras, lalu terbersit di pikiran, kalo gua harus semakin sering bikin tulisan yang rada “mikir” di blog gua ini. Biasanya, gua nggak pernah mikir panjang kalo nulis, mengalir begitu aja kata-kata, dan gua akui hal kayak gitu itu asyik banget. Mungkin gua nanti akan membuat semacam review-an tentang suatu acara-acara yang ada di sekitar gua. Bikin referensi band band legend, CD musik, atau produk yang secara acak gua beli. Pasti akan menyenangkan. Mungkin juga gua akan mencoba lagi kebiasaan gua waktu sekolah dulu, yaitu bikin lagu dan bikin aransemen. Dan gua pengen banget bikin kumpulan lirik untuk dibahas dan dikerjakan dengan kritik dan saran dari orang-orang yang ada di sekeliling gua. dan jadi koleksi yang keren buat ditaro di rak buku di rumah (meski gua nggak punya rak buku , entar gua bikin kalau sudah jadi). Wah, semuanya udah melayang-layang tepat di atas ubun-ubun kepala gua. Jadi intinya, gua mau memulai proyek untuk diri gua sendiri mulai hari ini! Proyek mimpi yang semoga bisa jadi nyata.

. Semoga gua berhasil! YESSS!!!

Cheers,

Phelo