Saat semua menjadi begitu tak terasa, semakin menggila dalam gurat-gurat kehampaan, dan tiba-tiba hampa menghujam dalam hening, membentakkan melodi jantung yang teramat keras, mengisi ruang kosong yang gelap, mencaci udara yang semakin pengap.

Dalam hening yang menggelegar tak bersuara… aku menyusup dalam sebuah lubang karma, menyesapi semua yang mungkin menjadi balasan karena memang itu menjadi kenyataan pahit. Tidak untuk urusan yang harusnya ingin kuhindari, tapi dia datang pada saat aku benar-benar ingin hening.

Senyumku menghumbar dalam keinginan sunyi yang menghebat, mungkin karena hadirmu membuatku pantas untuk dicintai, aku menari dalam upaya menjauh, mengumbar tawa sambil membuat tembok berlinku, terdiam di kutub es, sambil asik memahat patung-patung cinta yang telah membeku. Tapi kau datang menawarkan hangat, menyodorkan tangan membawaku ke dunia yang paling kuhindari..

Aku tak membutuhkan cinta, karena itu semu, tapi seonggok kasih sayang yang kau beri membuatku takut untuk jauh darimu…
Jangan membuatku mencandu padamu, karena aku akan menyesali saat-saat akan jauh darimu, dan rapuh kembali ke dunia dingin yang hening…
jangan membuatku menyayangimu, karena itu akan membuatku menyesal untuk berusaha melepaskan ikatanku padamu… karena aku ingin selalu menggenggam ketika bersamamu…
Jangan menawarkan apapun padaku, karena ketika bersamamu, kau telah menawarkan apa yang inginkan selama ini…

Kau melengkapi hidupku… mungkin, tapi jauh dibalik itu, aku masih takut untuk memberimu segalanya yang aku bisa…😦