“Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah
dalam doa!”

Sulit sekali sekarang ini menjumpai orang sabar. Kebanyakan serba cepat dan
terburu-buru. Tak heran kalau di jalanan kita kerap melihat orang saling memaki
atau berkelahi. Padahal, mungkin persoalannya sepele saja. Tetapi kesabaran itu
ternyata tak lagi ada, sehingga persoalan kecil diperbesar dan meledak-ledak.

Apalagi kalau diminta sabar dalam kesesakan atau penderitaan, rasanya sulit
kita menemukan orang yang memilikinya. Tetapi, Tuhan ingin agar kita tetap
sabar dan berserah kepada Tuhan, walaupun kita berada dalam kesesakan,
kesusahan dan penderitaan, .

Jangan mudah bersungut-sungut. Meskipun kesulitan, tantangan, dan beban hidup
sedang dihadapi. Serahkan semua persoalan kepada Tuhan di dalam doa. Juga
tekunlah menantikan waktu Tuhan. Kita harus sabar dan mau menunggu waktu Tuhan.
Jangan pernah mengambil jalan pintas dan mengikuti jalan sendiri. Sebaliknya,
rela dan tekun menantikan, karena Tuhan akan bertindak tepat pada waktunya.

Tetaplah mengucap syukur. Orang sabar akan selalu mengucap syukur bukan untuk
musibah atau kesulitan yang dialaminya, tetapi untuk penyertaan Tuhan yang
setia menyertainya. Tuhan mengajar kita untuk tetap mengucap syukur dalam
segala perkara, supaya kita menyadari bahwa segala sesuatu yang terjadi di
dalam hidup kita ada dalam pengawasan dan pemeliharaanNya.