Serangga Terbesar di Dunia Ditemukan di Kalimantan

Dalam dunia serangga hewan ini dapat dikatakan sebagai ratunya hutan disebabkan bentangan tungkai kakinya mencapai 22 inchi. Serangga ini merupakan yang pertama kalinya ditemukan yang memiliki jangakauan tungkai kaki terpanjang dalam dunia serangga.

Dengan sebutan Borneo Chan’s megastick, serangga ini ditemukan di hutan hujan Kalimantan oleh seorang peminat serangga dan diserahkan kepada Natural History Museum di London.

Panjang hewan ini hampir setengah inchi lebih panjang dari yang ditemukan sebelumnya yang dinobatkan sebagai pemegang rekor.

Dr George Beccaloni, kurator serangga bertungkai, kecoa dan belalang di museum itu mengatakan, “Kami sudah mengetahui seputar adanya kedua pemegang rekor di dunia serangga bertungkai itu selama lebih dari 100 tahun, jadi sangat luar biasa spesies yang lebih besar baru saja ditemukan.”

Serangga berjenis kelamin betina yang sudah mati ini ditemukan oleh seorang kolektor yang menyimpannya selama sepuluh tahun. Si pemilik ini tidak tahu betapa pentingnya hewan itu bagi seorang pakar entomologi, Datuk Chan Chew Lun saat melihat koleksinya dan menyadari bahwa itu adalah spesies baru.

Hampir tidak banyak yang diketahui seputar biologi dan habitat hidup mahluk ini, meski diduga ia hidup di dataran tinggi hutan hujan sehingga membuat kita sulit menemukannya.

Tubuhnya jika tanpa kaki mencapai 14 inchi. Di tambah dengan ukurannya, telur-telurnya bisa menjadi serangga yang paling unik di dunia, tambah Dr Beccaloni.

Serangga betina ini dikirim ke museum itu dalam keadaan penuh dengan telur di mana masing-masingnya memiliki sayap mirip seperti bola miniatur emas dalam permainan Bola Quidditch di buku Harry Potter.

Sejauh ini hanya ada tiga contoh dari serangga baru ini di mana keselurahnya dari Sabah, Malaysia dan Kalimantan. Serangga terbesar sebelumnya di dunia adalah Phobaeticus serratipes yang ditemukan di Malaysia dan Indonesia.

Ilmuwan Inggris, Dr Philip Bragg memberi nama serangga bertungkai ini untuk pertama kalinya dan dibahas dalam jurnal Zootaxa pekan ini.