Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) kali ini harus berurusan dengan dinosaurus. Sebuah kabar mengejutkan yang amat jarang berhembus dari lembaga yang kini tengah sibuk mengeksplorasi Planet Mars.

Tapi itulah yang terjadi minggu lalu, setelah jejak kaki binatang purba dinosaurus lamban, berukuran seperti tank dengan tonjolan mirip duri, yang disebut nodosaurus ditemukan di halaman Goddard Space Flight Center.

Diduga kuat, ratusan juta tahun lalu, sebelum para ilmuwan cerdas NASA bekerja tanpa henti mengeksplorasi alam semesta, laboratorium mereka di Maryland telah menjadi rumah bagi dinosaurus herbivora yang makan tumbuhan.

Jejak kaki besar, selebar 12 inchi atau sekitar 30 centimeter adalah yang kali pertama ditemukan oleh pencari jejak dinosaurus, Ray Stanford. Jejak itu memiliki empat jari. Untuk diketahui, nodosaurus yang tinggal di area itu sekitar 110 juta tahun lalu, pada periode Cretaceous diperkirakan memiliki ukuran serupa gajah kecil.

Saat Stanford mengungkap temuan mengejutkan pada NASA 17 Agustus 2012 lalu, lembaga tersebut cepat-cepat melibatkan Rob Weems dari Badan Survei Geologi AS (USGS).

Weems lantas mengonfirmasi, jejak itu asli. Ia juga menemukan jejak kedua yang diduga milik hewan jenis serupa, hanya lebih kecil. Diduga milik anak-anak nodosaurus.

"Jika jejak pertama itu adalah milik seekor betina, ia diduga memiliki satu atau lebih anak yang berjalan mengikuti ke mana-mana. Seperti halnya anak anjing atau kucing berjalan bersama induknya," kata Weems dalam siaran pers NASA.

Meski jejak mereka tak searah, karena bintang yang lebih muda biasanya mengendus ke mana-mana dan tak fokus, tapi toh mereka menuju ke tempat yang sama dengan para hewan dewasa.

Menurut ahli, diduga nodosaurus kala itu sedang berjalan tergesa di atas lumpur. Sebab, jejak yang mereka tinggalkan tak seberapa dalam.

Di mana persisnya bagian halaman yang menyimpan jejak dinosaurus, sengaja dirahasiakan dan disterilkan, agar tidak diintervensi siapapun. Para ahli lain diharapkan melanjutkan penelitian untuk mengungkap jejak lain di area itu.

Untuk Ray Stanford, seorang paleontolog amatir, mengaku, temuannya itu sangat berarti. "Para ilmuwan luar angkasa berjalan di tempat yang sama dengan dinosaurus besar, agak ceroboh, dengan tubuh ‘berlapis baja’ di masa lalu, 110 atau 112 juta tahun lalu. Bagi saya, ini sangat puitis," kata dia.

Stanford menambahkan, di area yang sama ia juga menemukan jejak-jejak lebih kecil, berjari tiga, yang diduga milik theropoda, dinosaurus pemakan daging.

Pejabat NASA kini sedang berkonsultasi dengan pemerintah Negara Bagian Maryland dan para ahli paleontologi dalam rangka mendokumentasikan temuan, sekaligus melestarikannya.